10 JULY 2015

Mari mudik sambil jalan-jalan - Yogyakarta

Tujuan wisata dalam negri yang sedang digandrungi wisatawan saat ini adalah kota Yogyakarta. Kota yang mendapat predikat sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata tersebut menjadi the second destination setelah Bali dalam skala nasional. Yogyakarta memang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan terutama di hari libur dan hari – hari besar, wisatawan mancanegara pun juga tak kalah banyaknya dari wisatawan lokal. Yogyakarta sangat luas terbagi menjadi 4 kabupaten: Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo.

Kabupaten Kulonprogo menjadi ramai dikunjungi wisatawan karena potensi yang layak untuk dikembangkan. Adalah desa wisata Nglinggo yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan sejak tahun lalu ketika memasukin hari Natal dan Tahun baru. Salah satu atraksi yang sangat terkenal di Nglinggo adalah Kebun Teh, kebanyakan wisatawan yang datang ke Yogya hanya melakukan aktifitas wisata konvensional seperti Malioboro dan Keraton, padahal sebenarnya Yogyakarta memiliki kebun teh. Siapa bisa mengira bahwa ternyata Yogya mempunyai kebun teh. Kebun teh terletak di 3 kawasan yaitu Yogyakarta, Magelang dan Purworejo.

Desa wisata Nglinggo terletak di dusun Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo. Hawanya yang masih sejuk dan otentik sangat cocok untuk traveller yang ingin mencari suasana wisata yang berbeda, berada di atas 800 mdpl. Jika Anda berangkat dari Yogyakarta kota maka Anda bisa langsung menuju ke arah Godean lalu menuju ke Samigaluh. Desa wisata Nglinggo mempunyai beberapa atraksi wisata seperti Air Terjun Watujonggol, Camping Ground, Hutan Pinus, Kebun teh, dan Gunung Jaran. Selain atraksi tersebut ketika menjelang pagi dan malam hari jika wisatawan masih tinggal di kawasan tersebut maka Anda akan dapat menyaksikan sunset dan sunrise secara langsung, bahkan wisatawan juga bisa menikmati seduhan teh hijau dari kebun teh tersebut.

Selain desa wisata Nglinggo traveller juga dapat mengunjungi Kalibiru yang terletak tidak jauh dari desa tersebut. Akses menuju Kalibiru sudah rata dan lumayan nanjak, sehingga dibutuhkan tenaga ekstra untuk bisa sampai lokasi tersebut. Keunikan yang dimiliki Kalibiru yaitu bentuk homestay yang unik dan lucu karena terbuat dari kayu, wisatawan yang ingin tinggal di homestay tersebut akan dilayani sepenuh hati oleh pengelola. Kalibiru sebenarnya adalah kawasan hutan namun dibubuhi beberapa aksesoris seperti spot untuk berfoto yang berada di ketinggian dan pemandangan waduk sermo yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung. Kalibiru juga tidak kalah ramai didatangi wisatawan karena sudah lumayan berkembang dengan adanya dukungan pemerintah baik dalam pengelolaan dan pengembangan. Berbeda dengan desa wisata Nglinggo yang sampai detik ini belum ada dukungan pemerintah sehingga untuk biaya pengembangan dan operasional ditanggung sendiri oleh pengelola selaku masyarakat lokal yang sudah terbentuk anggota Pokdarwis.

Sebagai traveller mengunjungi wisata dalam negri memang tidak kalah seru dengan wisata luar negri, bahkan orang luar negri terkagum – kagum dengan potensi wisata yang ada di Indonesia. Wisatawan mancanegara lebih menyukai wisata alam yang asli dari pada wisata konvensional yang sudah digandrungi banyak orang. Namun kelemahan wisata dalam negri saat ini yaitu kesadaran masyarakat untuk mempertahankan wisata alam dengan prinsip ekowisata masih kurang, kebanyakan masyarakat yang tinggal di kawasan wisata alam menomor duakan prinsip ekowisata dan mengedepankan bangunan permanen untuk kebutuhan wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata. Wisatawan yang datang ke kawasan alam juga terkadang masih kurang sadar dalam mempertahankan aset negara untuk anak cucu kita. Alam Indonesia harus dijaga dengan maksimal sehingga Indonesia akan tetap dikenal oleh wisatawan asing akan potensi alam yang berlimpah.