08 JULY 2015

Pesona Kampung Bena Di Pulau Flores

Wisata Indonesia kaya dengan pesona. Tidak sekadar di Bandung, Jakarta, Lombok, ataupun Bali. Cobalah untuk menuju ke pulau Flores dan lihatlah pesona kampung yang dikenal sebagai kampung warisan budaya. Bernama Kampung Bena, salah satu  kampung peninggalan zaman batu yang hingga kini masih berdiri dan lestari sebagai tujuan wisata di Indonesia. Sekali-kali masuklah ke sebuah perkampungan yang tidak biasa.

Masuk Ke Kampung Bena, Masuk Ke Zaman Batu

Tiba di kampung Bena, suasana yang berbeda langsung menyapa. Suasana perkampungan dahulu yang masih sangat asri, nyaman, dan penuh keramahan terasa sangat nyata. Palagi jika Travellers ingin sekali merasakan suasana zaman batu, maka tepat memiliki kampung Bena sebagai tujuan wisata. Model rumah di kampung Bena mirip dengan rumah panggung ukuran kecil terbuat dari potongan bambu dan atap dari jerami. Kemudian di sekitar rumah tampak bebatuan yang tersusun dengan pola tertentu.

Penduduk Kampung Yang Ramah, Sapalah Mereka

Berwisata ke kampung Bena yang merupakan salah satu perkampungan budaya dan sejarah, bukan berarti tidak melihat adanya penduduk. Travellers dapat menyapa mereka setiap kali berpapasan. Dijamin senyum keramahan dengan mudah tersungging di bibir para penduduk kampung di kampung Bena. Penduduk kampung Bena paham dengan tempat tinggalnya yang menjadi tujuan wisata. Namun bukan kemudian penduduk kampung Bena memanfaatkan tersebut untuk membuat Travellers menjadi tidak nyaman. Sebaliknya, penduduk kampung Bena paham betul dengan keadaan tersebut dan selalu mengupayakan kondisi perkampungan tersebut nyaman untuk tujuan wisata. Dengan kata lain, penduduk kampung Bena menjaga ketenangan setiap orang yang berwisata di kampung yang ada di pulau Flores.

Berjumpa Dengan Setiap Suku Di Kampung Bena

Setiap penduduk kampung Bena terbagi dalam suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Khopa, suku Ago, suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, dan suku Ngada. Setiap suku mendiami rumah yang memiliki tingkat sesuai dengan suku mereka. Jika Travellers bertemu dengan Bena, maka itu adalah sebutan untuk pendiri dari kampung tersebut.

Bebatuan  Megalith Dalam Upacara Adat

Penduduk kampung Bena masih menjalankan tradisi leluhur. Sehingga keberadaan bebatuan megalith biasa digunakan dalam upacara adat. Bebatuan megalith dapat dilihat langsung ketika masuk ke kampung Bena yang ada di pulau Flores.

Sambil Menikmati Barisan Pegunungan Yang Tidak Kalah Mempesona

Mengambil kampung Bena sebagai tujuan wisata seakan memperoleh bonus. Alasannya adalah Travellers tidak hanya dapat berjumpa dengan kampung Bena dan penduduknya, namun juga barisan pegunungan yang memberikan pesona. Memang daerah Bajawa terkenal dengan perkampungan yang memiliki batasan berupa barisan pegunungan. Setiap barisang egunungan begitu indah dan menyenangkan untuk dilihat. Sehingga persiapkan pakaian hangat ketika menuju ke kampung Bena di pulau Flores.

Membeli Souvenir Tenun Asli Di Kampung Bena

Travellers tidak hanya berkeliling kampung Bena. Namun juga dapat membawa buah tangan alias souvenir dari kampung Bena. Tenun adalah souvenir yang dimaksud. Jika selama ini ingin membeli tenun asli, maka ada pula di kampung Bena. Penduduk kampung Bena juga memiliki keahlian yang terampil untuk menenun. Jika hendak membeli tenun, maka tidak perlu ragu untuk melakukan penawaran hingga mencapai kesepakatan harga bersama.

Jadi, memilih tujuan wisata ternyata dapat juga menuju ke sebuah kampung wisata budaya yang ada di pulau Flores. Kampung Bena, kampung yang masih kental dengan suasana pada zaman batu. Dan ada dan dapat Travellers lihat secara nyata.